Blog
Cara mengatur keuangan untuk pemula dapat dimulai dengan memahami keluar masuknya uang, membuat anggaran, serta membangun kebiasaan finansial yang sehat. Dengan begitu, tujuan keuangan lebih mudah dicapai dan kondisi finansial lebih stabil.
Namun, bagi banyak orang, mengelola uang bisa jadi tantangan tersendiri, terutama jika baru mulai bekerja atau memiliki penghasilan sendiri. Karena itu, artikel ini akan membahas cara mengatur keuangan untuk pemula yang mudah diterapkan.
Pada: 01 Jul 2026
Blog ID:
Mengelola keuangan tidak harus menunggu penghasilan besar. Bahkan, kamu juga perlu mengatur keuangan Rp2 juta agar bisa tetap menabung.
Semakin cepat kebiasaan finansial yang baik dibangun, semakin cepat pula tujuan keuangan tercapai. Berikut beberapa langkah untuk pemula yang bisa kamu lakukan:
Langkah pertama supaya kamu bisa mengatur keuangan adalah mengetahui kondisi keuangan saat ini. Caranya, catat seluruh sumber pemasukan dan semua pengeluaran rutin.
Dengan begitu, kamu tahu kisaran pengeluaran untuk masing-masing pos dan mengoptimalkannya.
Mengatur keuangan akan terasa lebih mudah jika kamu memiliki tujuan yang jelas. Contohnya, mengatur keuangan untuk traveling, untuk membeli kendaraan, melanjutkan pendidikan, menikah, membeli rumah, atau pergi umrah.
Tujuan yang jelas membantu kamu lebih disiplin mengelola pengeluaran sesuai prioritas.
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah sulit membedakan kebutuhan dan keinginan. Akibatnya, sebagian besar penghasilan habis untuk hal-hal yang sebenarnya tidak mendesak.
Kamu bisa menggunakan metode 50/30/20 yang cukup populer, yaitu:
Namun, pembagian ini tidak bersifat mutlak. Kamu bisa menyesuaikannya dengan kondisi keuangan dan kebutuhan masing-masing. Kuncinya harus disiplin dan konsisten.
Dana darurat berfungsi sebagai perlindungan ketika terjadi kondisi tidak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan mendadak, atau kebutuhan mendesak lainnya.
Dana ini sebaiknya ditempatkan di instrumen yang mudah diakses saat dibutuhkan.
Cara menabung yang benar tidak harus menunggu ada sisa uang di akhir bulan. Sebaliknya, sisihkan tabungan terlebih dahulu begitu menerima penghasilan.
Cara ini membantu membangun money habit yang lebih disiplin dan mengurangi risiko uang habis untuk pengeluaran yang tidak direncanakan.
Utang tidak selalu buruk jika digunakan untuk tujuan yang tepat dan sesuai kemampuan finansial. Namun, penggunaan utang untuk memenuhi gaya hidup atau membeli barang secara impulsif bisa menjadi beban di kemudian hari.
Karena itu, pastikan setiap pinjaman memiliki tujuan yang jelas dan cicilannya masih dapat dibayar tanpa mengganggu kebutuhan utama.
Pilih instrumen investasi untuk pemula yang sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko. Beberapa pilihan yang cocok untuk pemula adalah deposito, reksa dana, obligasi, dan emas.
Selain menabung dan berinvestasi, jangan lupa mengalokasikan sebagian dana untuk meningkatkan kemampuan diri.
Mengikuti kursus, sertifikasi, atau melanjutkan pendidikan bisa meningkatkan keterampilan dan membuka peluang karier yang lebih baik serta berpotensi meningkatkan penghasilan.
Keuangan bukan sesuatu yang bisa diatur sekali lalu ditinggalkan. Karena itu, luangkan waktu untuk mengevaluasi kondisi keuangan secara berkala.
Dengan evaluasi rutin, kamu bisa mengetahui apakah strategi yang digunakan masih efektif atau butuh penyesuaian.
Cara mengatur keuangan untuk pemula dapat dimulai dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, menentukan tujuan keuangan, membuat anggaran, menyiapkan dana darurat, menabung, hingga mulai berinvestasi sesuai profil risiko.
Yang tidak kalah penting, pengelolaan keuangan bukan hanya soal berapa besar penghasilan yang dimiliki, tetapi juga bagaimana uang tersebut dikelola.
Dengan disiplin finansial dan evaluasi berkala, kondisi keuangan jadi lebih sehat, tujuan finansial lebih mudah dicapai, dan rasa aman secara finansial pun didapat.
Setelah mulai mengatur keuangan dengan baik, langkah berikutnya adalah memastikan dana yang kamu simpan dapat berkembang secara optimal. Salah satu caranya adalah dengan memilih produk simpanan yang menawarkan bunga kompetitif dan fleksibilitas sesuai kebutuhan.
Amar Bank menyediakan berbagai pilihan produk simpanan yang dapat membantumu mencapai tujuan finansial.
Produk Celengan Amar Bank menawarkan bunga hingga 5,75% per tahun, lebih tinggi dibanding rata-rata bunga tabungan bank digital sebesar 5,5%. Sementara itu, deposito Amar Bank menawarkan bunga hingga 9% per tahun.
Menariknya, bunga tabungan Amar Bank juga tetap stabil dan tidak pernah mengalami penurunan sejak aplikasi diluncurkan pada tahun 2020.
Jika suatu saat kamu membutuhkan tambahan dana untuk kebutuhan mendesak, kamu juga bisa mengajukan pinjaman digital dari Tunaiku by Amar Bank. Pinjaman yang ditawarkan mulai dari Rp2 juta hingga Rp30 juta dengan tenor cicilan hingga 30 bulan.
Klik di sini untuk informasi lengkap mengenai produk keuangan Amar Bank.
Ayo unduh Amar Bank retail di marketplace yang sesuai dengan handphonemu: