dana darurat, tabungan, tunaiku, amar bank, keuangan

FOMO Finansial: Pengaruh Media Sosial Terhadap Keuangan

Nggak bisa dipungkiri bahwa pada era digital sekarang, media sosial menjadi salah satu aspek terbesar yang memiliki dampak pada finansial. Dipicu oleh cepatnya tren yang berganti, gaya hidup elit yang diperlihatkan oleh para influencer, promo dan diskon dalam berbagai marketplace, hingga berbagai bentuk investasi yang belum tentu aman dan bisa untung alias investasi bodong.

Belum lagi sifat FOMO (Fear of Missing Out) yang membuat perilaku impulsif mengalami peningkatan dan berpotensi merugikan secara finansial. Sebelum kita cek lebih lanjut soal dampaknya terhadap keuangan, kenapa sih perilaku FOMO itu bahaya?

Amar Bank
Oleh: Fadhilah Hasyyati

Pada: 18 Jun 2026

Daftar Isi

Blog ID:

Amar Bank
Oleh: Fadhilah Hasyyati

Pada: 18 Jun 2026

dana darurat, tabungan, tunaiku, amar bank, keuangan

Kok Bisa Media Sosial Bikin FOMO?

FOMO merupakan singkatan dari Fear of Missing Out yang berarti ketakutan akan ketinggalan tren. Rasa harus ikut tren yang sedang viral bisa berdampak buruk karena meningkatkan perilaku impulsif serta mendorong keputusan keuangan yang terburu-buru tanpa mempertimbangkan risiko dengan matang.

Masalahnya, di era sekarang, media sosial jadi salah satu sumber utama yang memicu perilaku tersebut. Mulai dari tren fashion, gadget terbaru, destinasi liburan, sampai peluang investasi, semuanya muncul setiap hari di layar ponsel kita. Kalau nggak hati-hati, keinginan untuk "ikut ramai" bisa membuat kondisi keuangan jadi berantakan.

 

Dampaknya Terhadap Keuangan

1. Pengeluaran Berlebih

Salah satu dampak paling umum dari FOMO adalah pengeluaran yang membengkak. Melihat teman membeli barang baru, influencer pamer gaya hidup, atau diskon besar-besaran di marketplace seringkali membuat kita merasa perlu ikut membeli sesuatu.

Padahal, banyak dari barang tersebut sebenarnya bukan kebutuhan. Euforia saat membeli mungkin hanya bertahan beberapa hari, tetapi uang yang sudah keluar tidak bisa kembali. Akhirnya, saldo berkurang untuk hal-hal yang manfaatnya tidak terlalu besar dalam jangka panjang.

2. Asal Memilih Investasi

Investasi memang penting, tetapi tidak boleh dilakukan hanya karena sedang viral. Di media sosial, banyak konten yang menampilkan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa menjelaskan risiko di baliknya.

Akibatnya, tidak sedikit orang yang ikut berinvestasi tanpa memahami produk yang dipilih. Bahkan, kasus investasi bodong masih sering terjadi karena banyak orang tergiur iming-iming cuan instan. Sebelum menaruh uang, pastikan kamu melakukan riset, memahami cara kerjanya, serta memeriksa legalitas dan tingkat risikonya terlebih dahulu.

 

3. Utang Konsumtif Menumpuk

FOMO juga bisa membuat seseorang berbelanja di luar kemampuan finansialnya. Ketika uang sudah habis tetapi keinginan untuk mengikuti tren masih ada, sebagian orang memilih menggunakan pinjaman atau fasilitas kredit untuk memenuhi kebutuhan yang sebenarnya tidak mendesak.

Padahal, pinjaman seharusnya digunakan untuk kebutuhan yang produktif atau benar-benar urgent. Jika membutuhkan dana tambahan, pastikan memilih layanan yang aman dan transparan seperti Tunaiku by Amar Bank yang menawarkan proses pengajuan mudah, tanpa jaminan, serta informasi biaya yang jelas. Dengan hanya menggunakan KTP, kamu dapat mengajukan pinjaman tanpa agunan hingga Rp30.000.000 dengan tenor sampai 30 bulan. Prosesnya cepat, transparan, dan aman karena berizin serta diawasi OJK.

Tapi ingat, pinjaman bukan alat untuk memuaskan keinginan sesaat, melainkan solusi ketika ada kebutuhan yang memang penting ya, guys! 

 

4. Kesulitan Menabung

Kalau setiap ada tren baru langsung ikut, jangan heran kalau target tabungan sulit tercapai. Uang yang seharusnya bisa dialokasikan untuk dana darurat, tabungan, atau investasi malah habis untuk memenuhi keinginan sesaat.

Lama-kelamaan, kondisi ini bisa membuat seseorang tidak memiliki cadangan dana ketika menghadapi kebutuhan mendadak. Padahal, kemampuan menabung adalah salah satu fondasi penting untuk mencapai kondisi keuangan yang sehat.

 

Media sosial memang bisa menjadi sumber hiburan, informasi, dan inspirasi. Namun, kalau digunakan tanpa kontrol, media sosial juga bisa memicu FOMO finansial yang berdampak pada pengeluaran berlebih, keputusan investasi yang buruk, utang konsumtif, hingga sulit menabung.

Nggak ada salahnya mengikuti tren sesekali. Yang penting, pastikan setiap keputusan keuangan tetap disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan tujuan finansialmu. 

Ingat, kondisi keuangan yang sehat jauh lebih memuaskan daripada sekadar terlihat ikut tren di media sosial!