Blog
Kalau ngomongin film horor Indonesia, nama Joko Anwar hampir selalu masuk daftar teratas. Dengan track record film seperti Pengabdi Setan dan Perempuan Tanah Jahanam, karya-karyanya dikenal punya atmosfer kuat, cerita yang intens, dan sering kali meninggalkan kesan mendalam setelah film selesai ditonton. Nggak heran, setiap proyek barunya selalu ditunggu-tunggu oleh penikmat film tanah air.
Pada: 17 Apr 2026
Blog ID:
Nah, kabar terbaru datang dari dunia perfilman Indonesia. Kemarin, 16 April 2026, film Ghost in the Cell karya Joko Anwar resmi dirilis. Mengusung genre horor dengan sentuhan komedi, film ini digadang-gadang akan memberikan pengalaman menonton yang berbeda. Horor plus komedi, kira-kira apa jadinya?
Dengan menyinggung isu politik, Ghost in the Cell menghadirkan cerita yang gelap, penuh teka-teki, dan sarat emosi. Menceritakan tentang para tahanan yang berlomba-lomba melakukan hal positif di dalam penjara agar tidak diburu oleh roh jahat, Joko Anwar kembali mengeksplorasi sisi psikologis manusia yang dikombinasikan dengan elemen misteri. Bedanya, sentuhan komedi di film ini juga cukup kuat yang mampu memberikan suasana baru dalam menonton film dengan genre horor.
Dari segi produksi, film ini juga menunjukkan kualitas yang semakin matang. Mulai dari sinematografi, scoring, hingga pembangunan atmosfer yang intens, semuanya dirancang untuk memberikan pengalaman imersif bagi penonton. Nggak cuma sekadar hiburan, film ini juga jadi bukti bahwa industri film Indonesia terus berkembang dan berani bereksperimen dengan genre.
Di balik layar, ada peran penting dari berbagai pihak yang mendukung terwujudnya film ini. Salah satunya adalah Amar Bank, lewat produk andalannya Tunaiku by Amar Bank, yang hadir sebagai mitra promosi dalam proyek Ghost in the Cell.
Keterlibatan Amar Bank di film ini, bukan sekadar kolaborasi promosi dalam sebuah proyek film dan mendukung sebuah karya, tetapi juga bagian dari komitmen jangka panjang Amar Bank untuk mendukung UMKM serta tumbuh bersama ekosistem kreatif Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Tunaiku sebagai brand digital yang relevan dengan generasi saat ini.
Sebagai bagian dari Amar Bank, Tunaiku membawa misi yang lebih besar: mendorong inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Keterlibatan dalam proyek film seperti Ghost in the Cell menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut.
Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian mengatakan “Amar Bank melihat industri kreatif sebagai salah satu sektor yang sangat potensial, bukan hanya karena pertumbuhannya, tetapi juga karena kemampuannya menciptakan nilai ekonomi, membangun perhatian publik, dan menghadirkan relevansi yang kuat. Film adalah contoh nyata dari itu. Bagi kami, mendukung Ghost in the Cell bukan hanya soal mendukung sebuah karya, tetapi juga bagian dari komitmen jangka panjang Amar Bank untuk mendukung UMKM serta tumbuh bersama ekosistem kreatif Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Tunaiku sebagai brand digital yang relevan dengan generasi saat ini.”
Industri kreatif Indonesia terus menunjukkan potensi yang besar. Dengan kolaborasi lintas sektor seperti ini, diharapkan semakin banyak karya berkualitas yang bisa lahir dan dinikmati oleh masyarakat luas, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Dengan cerita yang kuat, produksi berkualitas, dan sentuhan khas Joko Anwar, Ghost in the Cell jadi salah satu film yang wajib masuk daftar tontonan kamu.
Dan di balik layar, ada Tunaiku by Amar Bank yang ikut mendukung perjalanan film ini hingga tayang di layar lebar. Kolaborasi ini jadi bukti bahwa dunia finansial dan industri kreatif bisa saling menguatkan.
Sudah siap takut dan ngakak secara bersamaan?
Ayo unduh Amar Bank retail di marketplace yang sesuai dengan handphonemu: