Monday, 03 Nov 2025
Di tengah derasnya arus digitalisasi perbankan, banyak lembaga berlomba mempercepat transformasi mereka. Namun, bagi Amar Bank, inovasi bukan sekadar soal kecepatan atau efisiensi. Ini tentang memahami manusia di balik setiap angka, tentang menjadikan teknologi sebagai alat untuk menciptakan kesempatan yang lebih adil dan inklusif bagi semua.
Di Amar Bank, setiap keputusan strategis berangkat dari satu pertanyaan sederhana: Bagaimana teknologi bisa membuat hidup masyarakat lebih baik? Pertanyaan itu kini menemukan jawabannya melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang melintasi seluruh lini operasional bank — dari penilaian kredit hingga layanan pelanggan.
Langkah besar ini sejalan dengan dorongan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membangun ekosistem keuangan digital yang bertanggung jawab dan beretika. Dalam dua tahun terakhir, menurut data Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), adopsi AI di sektor keuangan nasional meningkat lebih dari 60%. Namun bagi Amar Bank, angka itu hanya awal dari cerita yang lebih besar: kisah bagaimana data dan empati dapat berjalan beriringan.
Bagi Vishal Tulsian, Presiden Direktur Amar Bank, AI bukan hanya soal algoritma. “Bagi kami, AI bukan hanya tentang teknologi pintar, tapi tentang empathy through data — memahami kebutuhan, perilaku, dan tantangan finansial masyarakat agar kami bisa memberikan solusi yang lebih relevan dan manusiawi,” ujarnya.
Menurut Vishal, penerapan AI bukan hanya persoalan efisiensi teknologi, tetapi bentuk empati yang lahir dari data. Teknologi ini juga meningkatkan produktivitas dan efisiensi internal. Dengan otomatisasi dan analisis data real-time, tim Amar Bank kini dapat fokus pada inovasi, pelayanan yang lebih personal, dan pengembangan solusi finansial yang berkelanjutan.
Dengan sistem berbasis AI, Amar Bank kini mampu membaca pola perilaku finansial nasabah secara lebih mendalam. Teknologi ini mempercepat proses credit scoring, meminimalkan bias manusia, dan membantu masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses pembiayaan formal.
“Dulu, banyak orang gagal mendapat kredit hanya karena tak punya catatan keuangan lengkap,” lanjut Vishal. “Sekarang, berkat AI, kami bisa menilai mereka dari perilaku finansial yang sebenarnya — bukan semata dari angka di atas kertas.”
AI di Amar Bank bekerja senyap, tapi dampaknya nyata. Sistem machine learning menganalisis ribuan variabel perilaku keuangan untuk memperkirakan risiko, memahami kebiasaan nasabah, dan membuat keputusan dalam hitungan menit.
Menurut Kevin Kane, Direktur TI dan Operasional Amar Bank, “AI di Amar Bank dirancang bukan hanya untuk memproses data, tapi untuk memahami konteks di baliknya. Dengan kemampuan real-time underwriting dan analisis perilaku, kami dapat memberikan keputusan yang cepat, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.”
Selain dalam penilaian kredit, teknologi AI juga memperkuat keamanan digital melalui sistem verifikasi wajah via video call yang menggantikan proses manual berbasis foto statis. Di sisi lain, virtual assistant Amar Bank membantu nasabah dari awal interaksi hingga penyelesaian keluhan — semua dengan waktu respon yang jauh lebih cepat daripada proses konvensional.
Hasilnya mulai terlihat nyata di lapangan. Pelaku UMKM yang dulu tertolak karena tak memiliki riwayat pinjaman kini bisa mendapatkan akses pembiayaan berkat model AI yang lebih inklusif. Proses verifikasi nasabah menjadi lebih cepat dan aman, sementara penanganan keluhan kini berlangsung hanya dalam hitungan menit.
“Transformasi berbasis AI ini bukan hanya untuk mempercepat layanan,” kata Vishal, “tapi juga untuk memberdayakan masyarakat — agar mereka bisa merasakan manfaat finansial digital tanpa harus kehilangan sentuhan manusia.”
Upaya itu tidak berjalan tanpa hasil. Pada ajang DigiTrans Asia Fintech Summit & Awards 2025, Amar Bank meraih dua penghargaan bergengsi: AI-Driven Bank of the Year dan Best Use of AI in Customer Experience.
Ajang yang digelar di Jakarta itu dikenal sebagai salah satu platform kredibel di Asia Tenggara yang menilai inovasi di sektor perbankan digital, fintech, dan asuransi. Penghargaan tersebut menegaskan posisi Amar Bank sebagai pionir bank digital Indonesia yang mampu memadukan teknologi dan nilai kemanusiaan.
Di tengah dunia yang semakin digital, Amar Bank membuktikan bahwa masa depan perbankan bukan tentang menggantikan manusia dengan mesin — melainkan membuat mesin bekerja agar manusia bisa lebih dimengerti. Dalam setiap algoritma yang berjalan, ada satu hal yang selalu dijaga: rasa empati terhadap kebutuhan nyata masyarakat. Dan di sanalah Amar Bank menapaki masa depan — bukan sekadar sebagai bank digital, tapi sebagai sahabat finansial yang memahami manusia di balik setiap data.
Public Relations
09 Oct 2025
01 Aug 2025
17 Jun 2025
15 Jan 2025
09 Dec 2024
28 Oct 2024
05 Jun 2024
29 May 2024
01 Apr 2024
15 Aug 2023
Ayo unduh Amar Bank retail di marketplace yang sesuai dengan handphonemu: