Blog
Cara mengatur keuangan usaha bisa kamu awali dengan memisahkan rekening pribadi dan bisnis, mencatat seluruh transaksi, hingga mengelola arus kas secara rutin. Langkah-langkah tersebut bisa membantumu mengetahui kondisi keuangan secara lebih akurat sehingga bisnis berkembang lebih sehat.
Banyak usaha yang sebenarnya memiliki penjualan cukup baik, tetapi tetap mengalami kesulitan keuangan karena pengelolaannya belum tertata. Oleh karena itu, penting memahami cara mengatur keuangan usaha sejak awal agar keuntungan, arus kas, dan modal dapat dikelola secara berkelanjutan.
Pada: 18 Aug 2026
Blog ID:
Mengelola keuangan usaha merupakan langkah awal untuk membuat keputusan bisnis yang tepat. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan.
Kesalahan yang paling sering dilakukan pelaku usaha adalah menggunakan satu rekening untuk seluruh transaksi.
Akibatnya, kamu akan kesulitan mengetahui apakah uang yang tersisa merupakan keuntungan usaha atau justru dana pribadi.
Tak hanya untuk usaha, langkah ini juga penting untuk mengatur keuangan bagi pemula.
Meskipun kamu adalah pemilik usaha, hindari mengambil uang dari kas bisnis setiap kali membutuhkan dana.
Sebaiknya tentukan nominal gaji bulanan yang sesuai dengan kondisi usaha, lalu pisahkan ke rekening pribadi.
Jangan hanya mencatat transaksi bernilai besar. Pengeluaran kecil seperti ongkos kirim, parkir, biaya administrasi, konsumsi rapat, hingga pembelian perlengkapan kantor juga perlu dicatat.
Meski nominalnya terlihat kecil, akumulasi pengeluaran tersebut dapat memengaruhi kondisi keuangan usaha apabila tidak dipantau secara rutin.
Susun anggaran untuk berbagai kebutuhan operasional, seperti pembelian stok, gaji karyawan, biaya pemasaran, sewa tempat, hingga tagihan rutin lainnya.
Dalam bisnis kamu juga bisa menggunakan budgeting metode 50 30 20 untuk mengelola keuangan. Misalnya, 50% untuk operasional, 30% untuk pengembangan, dan 20% untuk dana cadangan. Kamu bisa ubah budget sesuai kebutuhan usaha.
Dengan memiliki anggaran, kamu dapat mengendalikan pengeluaran sekaligus mengetahui sejak awal apabila ada pos yang over budget.
Keuntungan bukan satu-satunya indikator bahwa bisnis berjalan sehat. Arus kas juga harus diperhatikan agar usaha selalu memiliki dana yang cukup untuk menjalankan operasional.
Misalnya, bisnis bisa saja mencatat keuntungan karena banyak penjualan, tetapi jika sebagian besar pembayaran masih berupa piutang, kas yang tersedia belum tentu cukup untuk membeli stok atau membayar supplier.
Dana darurat tidak hanya berlaku untuk keuangan pribadi, tetapi juga operasional usaha.
Dana ini dapat digunakan ketika menghadapi kondisi tak terduga, seperti penjualan menurun, mesin rusak, atau kenaikan harga bahan baku.
Idealnya, sisihkan sebagian keuntungan secara rutin hingga dana darurat usaha mampu menutup kebutuhan operasional selama beberapa bulan.
Tidak semua keuntungan harus langsung diambil sebagai penghasilan pribadi.
Sebagian laba sebaiknya dialokasikan kembali untuk mengembangkan usaha supaya bisnis memiliki peluang untuk terus tumbuh tanpa selalu bergantung pada tambahan modal dari luar.
Dalam mengatur keuangan usaha yang baik, kamu juga perlu meluangkan waktu setiap bulan untuk mengevaluasi kondisi keuangan usahamu. Perhatikan perkembangan omzet, laba, pengeluaran, hingga arus kas.
Evaluasi rutin membantu kamu membuat keputusan bisnis yang tepat dan berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.
Ketika omzet meningkat, jangan terburu-buru menaikkan gaya hidup atau menarik seluruh keuntungan.
Gunakan momentum tersebut untuk memperkuat fondasi bisnis, misalnya dengan meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pemasaran, menambah tenaga kerja, atau berinvestasi pada peralatan yang lebih efisien.
Jika meminjam uang di bank untuk modal usaha, atau di lembaga keuangan lainnya, pinjaman sebaiknya jadi solusi untuk mempercepat perkembangan usaha dan disesuaikan dengan kemampuan bisnis.
Pastikan dana pinjaman dialokasikan untuk kebutuhan yang mampu meningkatkan produktivitas, seperti membeli mesin, menambah stok, membuka cabang, atau meningkatkan kapasitas produksi.
Cara mengatur keuangan usaha tidak hanya sebatas mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga mencakup pengelolaan arus kas, penyusunan anggaran, hingga penggunaan keuntungan secara bijak.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara konsisten, kondisi keuangan bisnis akan lebih terkontrol dan siap menghadapi berbagai tantangan.
Semakin rapi pengelolaan keuangan usaha, semakin mudah pula kamu mengambil keputusan bisnis berdasarkan data. Hal ini tidak hanya membantu menjaga operasional tetap berjalan lancar, tetapi juga mendukung pertumbuhan usaha dalam jangka panjang.
Mengatur keuangan usaha akan lebih mudah jika didukung layanan perbankan yang tepat. Melalui Amar Bank Bisnis, kamu dapat membuka rekening giro, mengatur kas usaha, hingga mengajukan pinjaman bisnis mulai dari Rp50 Juta sampai Rp5 miliar.
Semua prosesnya bisa dilakukan secara online tanpa perlu datang ke kantor cabang. Layanan ini cocok untuk berbagai jenis usaha, mulai dari UMKM, merchant, toko, warung, hingga startup.
Belum butuh tambahan modal sebesar itu? Kamu bisa mengajukan pinjaman di Tunaiku by Amar Bank yang menyediakan pinjaman online mulai Rp2 juta hingga Rp30 juta. Selain untuk modal usaha, kamu juga bisa memanfaatkan pinjaman tanpa agunan ini untuk kebutuhan mendesak lainnya.
Butuh tambahan modal usaha atau ada kebutuhan mendesak? Ajukan pinjaman dana hanya di Amar Bank Bisnis dan pelajari info selengkapnya di sini!
Ayo unduh Amar Bank retail di marketplace yang sesuai dengan handphonemu: