cara menulis buku tabungan di buku besar

Cara Menulis Buku Tabungan di Buku Besar Plus Opsi Praktisnya

Cara menulis buku tabungan di buku besar dapat dilakukan dengan membuat kolom tanggal, keterangan, uang masuk, uang keluar, dan saldo. Cara ini masih banyak digunakan untuk mencatat transaksi secara sederhana, baik untuk kebutuhan pribadi maupun usaha.

Meski demikian, pencatatan manual memiliki beberapa keterbatasan, terutama jika jumlah transaksi mulai bertambah. Karena itu, setelah memahami cara membuat buku tabungan secara manual, kamu juga perlu mengetahui alternatif pencatatan yang lebih praktis.

Amar Bank
Oleh: Amar Bank Team

Pada: 23 Jul 2026

Daftar Isi

Blog ID:

Amar Bank
Oleh: Amar Bank Team

Pada: 23 Jul 2026

cara menulis buku tabungan di buku besar

Cara Menulis Buku Tabungan di Buku Besar

Membuat buku tabungan sendiri sebenarnya cukup sederhana. Yang terpenting, gunakan format yang konsisten agar setiap transaksi dapat dicatat dengan jelas.

1. Siapkan Buku Besar 

Siapkan buku tulis atau buku besar yang akan digunakan khusus untuk mencatat seluruh transaksi tabungan. 

Kamu juga bisa menggunakan spreadsheet seperti Microsoft Excel atau Google Sheets jika ingin mencatat secara digital.

2. Buat Kolom Pencatatan

Agar mudah dibaca, kamu bisa membuat kolom sederhana untuk mencatat transaksi. Berikut komponen yang harus dicatat beserta fungsinya:

  • Tanggal: Mencatat waktu transaksi dilakukan.
  • Keterangan: Menjelaskan jenis transaksi, misalnya menabung atau mengambil uang.
  • Uang masuk: Nominal uang yang ditambahkan ke tabungan.
  • Uang keluar: Nominal uang yang diambil dari tabungan.
  • Saldo: Jumlah tabungan setelah transaksi dicatat.

3. Catat Setiap Transaksi

Setiap kali menabung atau mengambil uang, langsung catat transaksinya. Hindari menunda pencatatan karena dapat menyebabkan ada transaksi yang terlupa.

4. Hitung Saldo Setiap Ada Transaksi

Saldo sebaiknya diperbarui setiap kali ada uang yang masuk maupun keluar. Dengan begitu, kamu bisa langsung mengetahui jumlah tabungan yang tersedia tanpa perlu menghitung ulang dari awal.

5. Cocokkan dengan Uang atau Rekening Secara Berkala

Jika tabungan disimpan di rekening bank, sesekali cocokkan catatan di buku dengan mutasi rekening. Langkah ini membantu memastikan tidak ada transaksi yang terlewat atau salah dicatat.

Baca Juga: 10 Cara Menghemat Uang agar Keuangan Tetap Terkendali

Contoh Catatan Tabungan di Buku Tulis

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh catatan tabungan di buku tulis yang dapat dijadikan referensi saat membuat buku tabungan sendiri.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa setiap transaksi langsung memengaruhi saldo tabungan. 

Dengan cara ini, kamu dapat mengetahui berapa jumlah uang yang tersedia tanpa harus menghitung ulang seluruh transaksi, sehingga bisa mulai mengatur keuangan secara lebih bijak. 

Kelebihan Mencatat Tabungan di Buku Besar

Mencatat tabungan secara manual masih memiliki beberapa keunggulan, terutama bagi pelaku usaha dengan jumlah transaksi yang belum terlalu banyak. Di antaranya, yaitu:

  • Mudah dilakukan tanpa aplikasi atau perangkat khusus.
  • Membantu memantau pemasukan, pengeluaran, dan perkembangan saldo tabungan.
  • Biaya pencatatan sangat murah.
  • Cocok untuk usaha dengan transaksi sederhana.

Kekurangan Mencatat Tabungan di Buku Besar Secara Manual

Meskipun memiliki kelebihan, seiring bertambahnya jumlah transaksi, pencatatan manual juga memiliki beberapa keterbatasan, seperti:

  • Memerlukan waktu karena semua transaksi harus dicatat satu per satu.
  • Berisiko terjadi human error, misalnya salah menulis nominal atau saldo.
  • Buku dapat rusak, hilang, atau terkena air sehingga catatan tidak lagi dapat digunakan.
  • Saldo dan catatan keuangan tidak diperbarui secara real-time.
  • Butuh waktu yang lebih lama untuk mencari transaksi lama ketika jumlah catatan semakin banyak.

Alternatif Pencatatan Tabungan yang Lebih Praktis 

Sebagai solusi yang lebih praktis, kamu bisa menggunakan bank digital untuk mengelola tabungan. 

Melalui aplikasi mobile, setiap transaksi akan tercatat secara otomatis sehingga kamu dapat memantau saldo, mutasi rekening, hingga riwayat transaksi kapan saja tanpa perlu mencatatnya secara manual.

Bagi pemilik usaha, penggunaan rekening giro juga bisa menjadi pilihan yang lebih efisien. Rekening giro dirancang untuk mendukung aktivitas bisnis dengan volume transaksi yang tinggi, seperti pembayaran kepada supplier, penerimaan dana dari pelanggan, maupun transaksi operasional harian. 

Dengan memanfaatkan bank digital maupun rekening giro untuk bisnis, proses pencatatan keuangan menjadi lebih akurat, hemat waktu, dan membantu kamu mengelola keuangan pribadi maupun usaha secara lebih efektif.

Kesimpulan: Cara Menulis Buku Tabungan di Buku Besar Memang Mudah tapi Punya Kekurangan

Cara menulis buku tabungan di buku besar memang sederhana, cukup dengan membuat kolom tanggal, keterangan, uang masuk, uang keluar, dan saldo. Cara ini masih efektif untuk mencatat jumlah transaksi yang belum terlalu banyak.

Namun, ketika transaksi semakin banyak, pencatatan manual  bisa jadi kurang efisien dan justru berisiko menyebabkan salah catat. 

Karena itu, kamu bisa memanfaatkan layanan perbankan digital yang mampu mencatat transaksi secara otomatis sehingga pengelolaan keuangan pribadi maupun bisnis menjadi lebih praktis.

Kelola Keuangan Lebih Praktis Bersama Amar Bank

Mencatat tabungan di buku besar dapat membantu memantau pemasukan, pengeluaran, dan perkembangan saldo. Namun, ketika transaksi mulai semakin banyak, pencatatan manual sering kali menjadi kurang praktis dan lebih berisiko terjadi kesalahan.

Sebagai alternatif, kamu dapat menggunakan aplikasi Amar Bank yang memungkinkan kamu membuka rekening secara online sekaligus membantu mengelola keuangan dalam satu aplikasi. 

Selain seluruh transaksi masuk dan keluar tercatat secara otomatis, Amar Bank juga memudahkan kamu merekap pemasukan dan pengeluaran sehingga pencatatan keuangan menjadi lebih praktis tanpa harus menulisnya satu per satu di buku.

Bagi pelaku usaha, Amar Bank Bisnis menyediakan rekening giro yang dapat dibuka secara online untuk berbagai bentuk usaha, mulai dari PT, CV, UD, hingga usaha perorangan. 

Selain mendukung transaksi bisnis, layanan ini juga membantu mengelola arus kas dan memisahkan keuangan usaha agar pencatatan menjadi lebih rapi.

Jika sewaktu-waktu membutuhkan dana tambahan sebelum target tabungan tercapai, Tunaiku by Amar Bank juga dapat menjadi solusi. 

Tunaiku menyediakan pinjaman tanpa agunan hingga Rp30 juta dengan proses pengajuan yang praktis secara online untuk membantu memenuhi berbagai kebutuhan finansial.

Yuk, buka rekening online dan kelola keuanganmu lebih praktis bersama Amar Bank.