suku bunga deposito

Suku Bunga Deposito: Definisi, Besaran, dan Tips Memilihnya

Suku bunga deposito adalah persentase imbal hasil yang diberikan bank kepada nasabah atas dana yang disimpan dalam jangka waktu tertentu. Di Indonesia, suku bunga deposito umumnya berada di kisaran 2% hingga 7% per tahun, tergantung jenis bank, tenor, dan kebijakan masing-masing lembaga keuangan. 

Dengan memahami suku bunga deposito, kamu bisa memperkirakan potensi keuntungan sekaligus memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan finansial. Yuk, simak penjelasan detail tentang suku bunga deposito berikut ini. 

Amar Bank
Oleh: Amar Bank Team

Pada: 30 Mar 2026

Daftar Isi

Blog ID:

Amar Bank
Oleh: Amar Bank Team

Pada: 30 Mar 2026

suku bunga deposito

Apa Itu Suku Bunga Deposito?

Suku bunga deposito adalah tingkat keuntungan yang diberikan bank dalam bentuk persentase per tahun (per annum). Bunga ini dihitung berdasarkan jumlah dana yang disimpan dan jangka waktu (tenor) yang dipilih.

Berbeda dengan tabungan biasa, bunga deposito biasanya sudah ditentukan di awal. Artinya, sejak awal kamu sudah bisa memperkirakan berapa keuntungan yang akan diterima saat jatuh tempo.

Selain itu, bunga deposito bank juga dipengaruhi oleh kebijakan bank dan kondisi ekonomi, sehingga bisa berbeda antara satu bank dengan lainnya.

Berapa Suku Bunga Deposito di Indonesia?

Secara lebih rinci, kisaran suku bunga deposito di Indonesia dapat dibagi sebagai berikut:

  • Bank besar (konvensional): sekitar 2% – 3% per tahun
  • Bank umum: sekitar 4% – 5% per tahun
  • Bank digital: sekitar 4% – 7% atau lebih per tahun
  • BPR (Bank Perkreditan Rakyat): sekitar 5% – 6,5% per tahun

Perbedaan kisaran dan cara hitung bunga deposito ini terjadi karena masing-masing bank memiliki strategi dan target pasar yang berbeda. Bank digital, misalnya, cenderung menawarkan bunga lebih tinggi sebagai strategi akuisisi untuk menarik nasabah baru.

Jenis-Jenis Suku Bunga Deposito

Memahami jenis suku bunga deposito penting agar kamu tidak salah memilih produk. Berikut penjelasan yang lebih detail.

1. Suku Bunga Tetap (Fixed Rate)

Ini adalah jenis yang paling umum digunakan. Besaran bunga sudah ditentukan di awal dan tidak akan berubah selama masa deposito berlangsung. Jenis ini cocok untuk kamu yang ingin kepastian hasil dan menghindari risiko perubahan bunga.

2. Suku Bunga Mengambang (Floating Rate)

Berbeda dengan bunga tetap, suku bunga mengambang bisa berubah mengikuti kondisi pasar atau kebijakan bank. Dengan pilihan deposito ini potensi keuntungan bisa lebih besar, tapi tidak pasti. 

3. Suku Bunga Progresif

Suku bunga progresif adalah bunga yang meningkat seiring waktu atau berdasarkan nominal tertentu. Misalnya, bulan pertama bunganya 4%, bulan berikutnya naik menjadi 5%. 

Jenis bunga ini dapat memberikan imbal hasil lebih besar jika disimpan lebih lama. 

4. Suku Bunga Berdasarkan Nominal (Tiered Rate)

Pada jenis ini, besaran bunga ditentukan berdasarkan jumlah dana yang disimpan.

Contohnya:

  • Di bawah Rp100 juta: bunga 4%
  • Di atas Rp100 juta: bunga 5%

Semakin besar dana yang disimpan, biasanya semakin tinggi bunga yang diberikan. Ini sering digunakan untuk menarik nasabah dengan dana besar.

5. Suku Bunga Deposito Syariah (Bagi Hasil)

Pada deposito syariah, tidak digunakan sistem bunga, melainkan bagi hasil berdasarkan akad mudharabah.

Ciri-cirinya:

  • Tidak ada bunga tetap
  • Keuntungan berdasarkan hasil usaha bank
  • Menggunakan sistem nisbah (rasio bagi hasil)

Meskipun tidak disebut bunga, sistem ini sering dibandingkan dengan bunga deposito bank untuk melihat potensi keuntungannya.

Cara Kerja Suku Bunga Deposito

Untuk memahami suku bunga deposito, simak juga cara kerja deposito berikut ini: 

  • Kamu menyetorkan dana ke bank
  • Memilih tenor (misalnya 3 atau 6 bulan)
  • Menyetujui suku bunga yang berlaku

Selama periode tersebut, dana akan “dikunci” dan menghasilkan bunga. Setelah jatuh tempo, kamu akan menerima dana pokok ditambah bunga.

Perhitungan bunga biasanya menggunakan rumus:

Bunga = Pokok Deposito × Suku Bunga × (Tenor / 12)

Contoh:
Jika kamu menyimpan Rp10.000.000 dengan bunga 5% per tahun selama 6 bulan, maka:
Rp10.000.000 × 5% × (6/12) = Rp250.000. Jumlah tersebut adalah bunga kotor sebelum pajak.

Tips Memilih Suku Bunga Deposito yang Tepat

Agar tidak salah pilih, berikut beberapa tips sederhana dalam memilih suku bunga deposito:

  • Pilih bunga yang kompetitif, tapi masih dalam batas wajar
  • Sesuaikan tenor dengan kebutuhan keuangan
  • Perhatikan pajak bunga agar tahu keuntungan bersih
  • Cek apakah bunga tetap atau bisa berubah
  • Bandingkan bunga deposito dari beberapa bank, baik itu bunga deposito bank digital vs bank konvensional.
  • Pastikan bank diawasi dan dijamin LPS

Dengan mengikuti tips ini, kamu bisa mendapatkan deposito yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga aman dan sesuai kebutuhan.

Kesimpulan: Pilih Suku Bunga Deposito Terbaik!

Suku bunga deposito adalah faktor utama yang menentukan besarnya keuntungan dari produk deposito. Di Indonesia, bunga deposito bervariasi, mulai dari sekitar 2% hingga 7% atau lebih tergantung jenis bank dan produk yang dipilih.

Supaya bisa pilih deposito yang tepat, kamu bisa pilih suku bunga yang kompetitif, tapi tetap dalam batas wajar. Perhatikan juga jenis dan pajak bunganya. Kamu bisa bandingkan dengan bunga bank lain. 

Amar Bank Tawarkan Suku Bunga Kompetitif!

Dengan memahami kisaran bunga deposito bank, cara kerja, serta faktor yang memengaruhinya, kamu bisa memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan finansialmu.

Untuk kamu yang mencari suku bunga kompetitif, Amar Bank menawarkan berbagai keuntungan menarik:

  • Bunga tabungan Amar Bank stabil, tidak pernah turun sejak 2020
  • Produk Celengan dengan bunga hingga 5,75%
  • Suku bunga deposito hingga maksimal 9% p.a.

Dengan fitur yang mendukung dan bunga yang kompetitif, kamu bisa mengelola keuangan dengan lebih optimal.