Monday, 25 May 2026

Tumbuh 30,62% YoY, Kinerja Kredit Amar Bank Lampaui Rata-Rata Industri

Amar Bank

Jakarta, 25 May 2026. PT Bank Amar Indonesia Tbk (“Amar Bank”, BEI: AMAR), pionir bank digital yang berfokus pada segmen ritel dan UMKM, membukukan penguatan penyaluran kredit bruto sebesar 30,62% secara tahunan (YoY) menjadi Rp4,16 triliun pada kuartal pertama 2026. Ekspansi kredit yang kuat ini menjadi motor penggerak utama pertumbuhan Bank, mendorong total aset naik 34,72% YoY menjadi Rp6,93 triliun dan menghasilkan laba bersih sebesar Rp71,12 miliar. 

Kinerja pendapatan Bank yang solid di kuartal pertama ini pun berhasil memperluas pangsa pasarnya di segmen-segmen dengan imbal hasil tinggi (high-yielding). Tercatat, pendapatan operasional Amar Bank meningkat 13,82% YoY menjadi Rp527,76 miliar, sementara pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik 15,58% YoY menjadi Rp370,20 miliar. Kombinasi dari pertumbuhan kredit dua digit dan ekspansi margin ini menegaskan model bisnis yang sangat terukur (scalable) dan menguntungkan dalam menyongsong sisa tahun ini. 

Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, mengatakan bahwa kinerja kuartal I 2026 mencerminkan hasil dari strategi bank dalam memperkuat basis pendanaan, menjaga kualitas kredit, dan membangun hubungan yang lebih luas dengan nasabah. “Dalam industri perbankan, pertumbuhan yang sehat tidak hanya tercermin dari ekspansi kredit atau peningkatan laba, tetapi juga dari kemampuan membangun struktur pendanaan yang kuat dan berkelanjutan. Profitabilitas ini didukung oleh struktur pendanaan yang berkelanjutan.”

Vishal menambahkan bahwa pendekatan yang berorientasi pada nasabah (customer-focused) terus melandasi strategi digital bank, yakni dengan memanfaatkan teknologi dan analisis data (data insights) agar dapat merespons kebutuhan segmen ritel dan UMKM yang dinamis dengan cepat. 

Di tengah kompetisi penghimpunan dana yang semakin ketat di industri perbankan nasional, Amar Bank mencatat lonjakan pada Dana Pihak Ketiga (DPK). DPK Bank meningkat 115,46% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp2,91 triliun, menandai pergeseran struktural yang krusial menuju basis pendanaan yang lebih berkelanjutan dengan biaya yang lebih rendah (lower-cost). Keberhasilan menghimpun dana masyarakat ini secara material memperbaiki profil likuiditas Amar Bank, di mana rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) membaik signifikan menjadi 142,56%, dari sebelumnya 235,04% pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini memberikan fondasi likuiditas yang lebih berimbang untuk mendukung ekspansi kredit ke depan tanpa mengorbankan stabilitas. 

Menariknya, agresivitas pertumbuhan laba dan kredit Amar Bank ini sama sekali tidak mengorbankan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) justru turun tajam menjadi 0,86%, jauh membaik dibanding posisi Maret 2025 yang sebesar 1,48%. Angka ini sekaligus membuktikan kualitas mitigasi risiko perseroan yang berada di level terbaik. 

SVP Finance Amar Bank, David Wirawan, menambahkan bahwa penurunan NPL menunjukkan ekspansi kredit bank tetap dilakukan secara selektif dan prudent. “Kualitas aset tetap menjadi perhatian utama kami. Penurunan NPL di tengah pertumbuhan kredit menunjukkan bahwa Amar Bank terus menjaga disiplin risiko, termasuk dalam memperkuat proses analisis dan pengelolaan portofolio kredit,” ujar David.

Dari sisi permodalan, Amar Bank mencatat Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 99,17%, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Posisi modal yang kuat ini memberikan ruang bagi Amar Bank untuk melanjutkan investasi pada teknologi, pengembangan produk digital, serta penguatan manajemen risiko.

Ke depan, Amar Bank akan terus memperkuat penghimpunan dana, menyalurkan kredit secara terukur, dan mengembangkan layanan digital yang relevan bagi nasabah ritel dan UMKM. Dengan struktur pendanaan yang membaik, kualitas aset yang terjaga, dan permodalan yang solid, Amar Bank berada pada posisi yang lebih kuat untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

PT. BANK AMAR INDONESIA

Public Relations

Rilis Siaran Pers Lainnya