Blog
Punya rekening yang sudah lama tidak terpakai? Bisa jadi rekening tersebut akan menjadi dormant. Rekening dormant adalah rekening yang tidak memiliki aktivitas transaksi dalam jangka waktu lama.
Memahami status rekening penting agar kamu tetap bisa mengakses dana dan menggunakan rekening untuk berbagai kebutuhan finansial. Berikut penjelasan lengkap mengenai rekening dormant, perbedaannya dengan rekening tidak aktif, penyebab, hingga cara mengaktifkannya kembali.
Pada: 14 Sep 2026
Blog ID:
Rekening dormant adalah rekening yang tidak memiliki aktivitas pemasukan, penarikan, atau pengecekan saldo dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan POJK No. 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening Bank Umum, rekening dormant merupakan rekening yang tidak memiliki aktivitas pemasukan, penarikan, atau pengecekan saldo selama lebih dari 1.800 hari. Sementara itu, rekening yang tidak memiliki aktivitas tersebut selama lebih dari 360 hari masuk dalam kategori rekening tidak aktif.
Status dormant tidak berarti dana di dalam rekening otomatis hilang, tetapi rekening dapat dikenakan pembatasan transaksi sesuai dengan ketentuan dan kebijakan bank.
Karena itu, jika kamu memiliki rekening yang sudah lama tidak digunakan, penting untuk mengecek statusnya secara berkala agar rekening tetap dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Rekening dormant dan rekening tidak aktif sama-sama berkaitan dengan rekening yang tidak memiliki aktivitas dalam jangka waktu tertentu. Namun, keduanya memiliki batas waktu yang berbeda.
Berdasarkan ketentuan OJK, perbedaannya dapat dilihat dari durasi rekening tidak memiliki aktivitas sebagai berikut:
Status Rekening
Ketentuan
Rekening aktif
Memiliki aktivitas pemasukan, penarikan, atau pengecekan saldo
Rekening tidak aktif
Tidak memiliki aktivitas pemasukan, penarikan, atau pengecekan saldo selama lebih dari 360 hari
Rekening dormant
Tidak memiliki aktivitas pemasukan, penarikan, atau pengecekan saldo selama lebih dari 1.800 hari
Jadi, rekening tidak aktif belum tentu merupakan rekening dormant. Rekening tidak aktif memiliki periode tidak beraktivitas yang lebih singkat, sedangkan rekening dormant merupakan rekening yang sudah tidak memiliki aktivitas dalam jangka waktu lebih lama.
Perbedaan ini penting diketahui karena status rekening dapat memengaruhi akses dan transaksi yang dapat dilakukan nasabah.
Jika rekening sudah berstatus tidak aktif atau dormant, nasabah dapat mengikuti mekanisme pengaktifan kembali yang disediakan oleh bank sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Rekening dapat menjadi dormant terutama karena tidak digunakan dalam waktu yang sangat lama.
Kondisi ini bisa terjadi tanpa disadari, terutama jika seseorang memiliki beberapa rekening sekaligus. Beberapa penyebab yang umum antara lain:
Rekening yang tidak digunakan untuk menerima uang, melakukan pembayaran, transfer, atau aktivitas perbankan lainnya dalam jangka panjang berpotensi masuk ke status tidak aktif atau dormant sesuai ketentuan bank.
Sebagian orang menerapkan cara menabung di bank dengan membuka beberapa rekening untuk kebutuhan berbeda, seperti rekening gaji, tabungan, rekening dana darurat, atau rekening untuk tujuan tertentu.
Jika salah satu rekening kemudian tidak digunakan, pemilik rekening bisa lupa memantau statusnya.
Perpindahan penggunaan rekening juga dapat menyebabkan rekening lama tidak lagi digunakan. Misalnya, seseorang sebelumnya menggunakan rekening tertentu untuk transaksi sehari-hari, kemudian beralih menggunakan rekening bank digital.
Jika rekening lama dibiarkan tanpa aktivitas dalam waktu panjang, statusnya dapat berubah sesuai kebijakan bank.
Memiliki saldo di dalam rekening, misalnya untuk menyimpan dana darurat, tidak selalu berarti rekening tersebut aktif. Status rekening berkaitan dengan aktivitas yang diperhitungkan oleh bank sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, penting untuk memahami ketentuan bank tempat kamu menyimpan dana.
Jawabannya dapat berbeda tergantung status rekening, kebijakan bank, dan jenis transaksi yang dilakukan. Rekening dormant dapat memiliki pembatasan tertentu sehingga transaksi tidak selalu dapat dilakukan seperti rekening aktif.
OJK sendiri mengatur agar bank memiliki kebijakan dan prosedur mengenai pengelolaan rekening, termasuk mekanisme komunikasi kepada nasabah serta fasilitas pengaktifan kembali atau penutupan rekening melalui kanal yang tersedia.
Karena itu, jika kamu mengetahui rekening sudah berstatus dormant, sebaiknya segera menghubungi bank terkait untuk mengetahui status dan prosedur yang berlaku.
Status dormant tidak selalu berarti dana di rekening hilang. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Lalu, cara mengaktifkan rekening dormant seperti apa? Prosedurnya dapat berbeda antara satu bank dengan bank lainnya. Namun, secara umum kamu dapat mengikuti beberapa langkah berikut:
Langkah pertama adalah memastikan apakah rekening benar-benar berstatus dormant atau hanya tidak aktif.
Kamu dapat mengeceknya melalui aplikasi mobile banking, internet banking, ATM, kantor cabang, atau kanal resmi lain yang disediakan bank.
Jika status rekening sudah dormant, hubungi layanan resmi bank untuk mengetahui prosedur pengaktifan kembali.
Bank biasanya akan memberikan informasi mengenai dokumen, verifikasi identitas, dan kanal yang dapat digunakan untuk mengaktifkan rekening.
Untuk proses verifikasi, kamu mungkin perlu menyiapkan identitas seperti KTP atau dokumen lain sesuai persyaratan bank.
Pastikan data nasabah juga masih sesuai dengan data yang tercatat di bank.
Setelah verifikasi berhasil, ikuti prosedur reaktivasi yang diberikan oleh bank.
Beberapa bank dapat menyediakan proses pengaktifan melalui kanal digital, sedangkan bank lainnya mungkin memerlukan proses melalui kantor cabang atau kanal tertentu.
OJK saat ini mewajibkan bank memiliki mekanisme pengaktifan kembali atau penutupan rekening melalui kanal yang tersedia.
Setelah rekening berhasil diaktifkan, gunakan rekening sesuai kebutuhan dan tetap pantau statusnya.
Kamu juga bisa memanfaatkan rekening untuk kebutuhan rutin, seperti menerima transfer, menyimpan dana, atau melakukan pembayaran.
Daripada harus mengurus reaktivasi, lebih baik menjaga rekening tetap aktif sesuai ketentuan bank. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
Memilih rekening bukan hanya soal membuka rekening dan menyimpan uang. Kamu juga perlu mempertimbangkan fungsi rekening, kemudahan akses, biaya, fitur, serta manfaat yang ditawarkan.
Misalnya, rekening tabungan untuk transaksi harian. Lalu, deposito berjangka untuk menyimpan dana dalam jangka waktu tertentu tanpa ada transaksi di dalamnya.
Jika kamu ingin mulai menggunakan layanan perbankan digital, Amar Bank menyediakan berbagai produk dan fitur untuk membantu kebutuhan finansial, mulai dari tabungan hingga deposito.
Kamu juga dapat mempelajari perbedaan tabungan dan deposito agar dapat menentukan tempat menyimpan dana sesuai tujuan finansial.
Jadi, rekening dormant adalah rekening yang tidak memiliki aktivitas dalam periode tertentu hingga memenuhi kriteria dormant sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan ketentuan OJK terbaru, rekening tidak aktif merupakan rekening yang tidak memiliki aktivitas pemasukan, penarikan, atau pengecekan saldo selama lebih dari 360 hari, sedangkan rekening dormant memiliki periode lebih dari 1.800 hari.
Status dormant bukan berarti dana di rekening otomatis hilang. Namun, rekening dapat memiliki pembatasan transaksi dan memerlukan proses reaktivasi sesuai kebijakan bank.
Karena itu, penting untuk memantau rekening yang kamu miliki dan menggunakannya secara bijak agar tetap dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Amar Bank menawarkan layanan perbankan digital yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan finansial. Salah satu hal yang dapat dipertimbangkan adalah pilihan produk simpanan dengan bunga yang kompetitif.
Bunga tabungan Amar Bank stabil, tidak pernah turun sejak 2020, yaitu sejak aplikasi pertama kali dipublikasikan. Selain itu, produk Celengan Amar Bank bisa memberikan bunga hingga 5,75%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata bunga tabungan bank digital sebesar 5,5%.
Jika memiliki dana yang ingin disimpan dalam jangka waktu tertentu, Deposito Amar Bank juga menawarkan bunga maksimal hingga 9% p.a. dengan pilihan periode penyimpanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Informasi produk saat ini juga mencantumkan pilihan tenor 1–36 bulan dan minimum deposito Rp100.000.
Jika kamu ingin mulai mengatur tabungan dengan layanan perbankan digital, kunjungi Amar Bank untuk mengetahui produk dan layanan yang tersedia.
Selain menabung, kebutuhan finansial mendesak juga bisa muncul ketika dana yang tersedia belum mencukupi.
Untuk kebutuhan tersebut, kamu dapat mempertimbangkan Tunaiku by Amar Bank, layanan pinjaman hingga Rp30 juta yang dapat membantu memenuhi berbagai kebutuhan sesuai persyaratan yang berlaku.
Ayo unduh Amar Bank retail di marketplace yang sesuai dengan handphonemu: