pajak deposito berapa persen

Pajak Deposito Berapa Persen? Ini Simulasi Perhitungannya

Apakah deposito dipotong pajak?  Lalu, pajak deposito berapa persen? Secara umum, pajak bunga deposito di Indonesia adalah sebesar 20% dari bunga yang diperoleh. Pajak ini bersifat final, sehingga tidak perlu dilaporkan lagi dalam perhitungan pajak tahunan secara terpisah.

Kamu perlu mengetahui pajak deposito agar kamu bisa menghitung keuntungan bersih yang akan didapatkan. Di artikel ini, kita akan membahas secara lengkap mulai dari cara kerja pajak deposito, contoh perhitungan, hingga tips memaksimalkan keuntungan.

Amar Bank
Oleh: Amar Bank Team

Pada: 16 Apr 2026

Daftar Isi

Blog ID:

Amar Bank
Oleh: Amar Bank Team

Pada: 16 Apr 2026

pajak deposito berapa persen

Pajak Deposito Berapa Persen?

Jika kamu memiliki tabungan deposito, kamu perlu mengetahui bahwa pajak deposito yang berlaku di Indonesia adalah 20% dari total bunga yang diperoleh. 

Namun, pajak ini hanya berlaku jika jumlah deposito di atas batas tertentu, yaitu jumlah deposito di atas Rp7,5 juta. Jika nilai deposito kamu di bawah angka tersebut, maka bunga yang didapatkan tidak dikenakan pajak.

Pemotongan dilakukan langsung oleh bank, bersifat final, dan tidak digabung dengan penghasilan lain. Artinya, kamu juga tidak perlu repot menghitung atau membayar pajak secara manual. 

Contoh Perhitungan Pajak Deposito

Agar lebih mudah memahami potongan pajak deposito, berikut ini contoh cara hitung bunga deposito beserta potongan pajaknya.

Misalnya kamu menaruh dana di deposito sebesar Rp10.000.000 dengan rincian berikut:

  • Nominal deposito: Rp10.000.000
  • Bunga: 6% per tahun
  • Tenor: 1 tahun

Maka, perhitungan bunganya:
Rp10.000.000 x 6% = Rp600.000

Pajak (20%):
Rp600.000 x 20% = Rp120.000

Bunga bersih yang diterima:
Rp600.000 – Rp120.000 = Rp480.000

Dari contoh ini, kamu bisa melihat bahwa pajak cukup memengaruhi hasil akhir yang diterima. Sehingga, kamu perlu mencari produk deposito dengan bunga yang lebih besar.

Kenapa Kamu Perlu Mengetahui Perhitungan Pajak Deposito? 

Dengan mengetahui pajak deposito, kamu dapat:

  • Menghitung keuntungan bersih secara realistis
  • Membandingkan produk deposito antar bank
  • Menentukan strategi keuangan yang lebih optimal

Meskipun memiliki pajak bunga, hal itu bukanlah hambatan untuk kamu menabung di deposito pilihan. Sebab, deposito merupakan pilihan produk yang minim risiko untuk menabung atau investasi. 

Tips Memaksimalkan Keuntungan Deposito

Meskipun ada potongan pajak, kamu tetap bisa mengoptimalkan keuntungan deposito dengan beberapa strategi berikut:

1. Pilih Bunga Deposito yang Kompetitif

Bunga adalah faktor utama dalam menentukan keuntungan. Semakin tinggi bunga yang ditawarkan, semakin besar hasil yang kamu dapatkan, meskipun sudah dipotong pajak 20%. 

Oleh karena itu, penting untuk membandingkan bunga antar bank sebelum membuka deposito. Kamu bisa pilih deposito bank digital yang biasanya menawarkan bunga tinggi. 

2. Sesuaikan Tenor dengan Tujuan Keuangan

Tenor atau jangka waktu deposito berpengaruh pada hasil dan fleksibilitas dana. Jika kamu tidak membutuhkan dana dalam waktu dekat, memilih tenor lebih panjang bisa membantu memaksimalkan bunga. 

Namun, pastikan tetap sesuai dengan rencana keuangan agar tidak terkena penalti saat pencairan.

3. Gunakan Sistem ARO (Automatic Roll Over)

Sistem ARO memungkinkan deposito diperpanjang otomatis saat jatuh tempo. Dengan cara ini, dana dan bunga kamu bisa terus berkembang lebih besar tanpa harus membuka deposito baru secara manual.

4. Hitung Keuntungan Bersih (Setelah Pajak)

Jangan hanya melihat bunga kotor. Kamu perlu hitung kembali hasil akhir setelah dipotong pajak 20%, agar kamu punya gambaran keuntungan yang realistis.

5. Diversifikasi Simpanan

Jika memiliki dana lebih, kamu bisa membagi ke beberapa tenor atau produk lainnya. Hal ini membantu menjaga fleksibilitas sekaligus tetap mendapatkan bunga optimal.

Deposito vs Tabungan: Mana Lebih Menguntungkan?

Deposito dan tabungan sama-sama produk simpanan di bank, tetapi memiliki fungsi dan keuntungan yang berbeda.

  • Tabungan: fleksibel, bisa diambil kapan saja
  • Deposito: bunga lebih tinggi, tapi dana terkunci

Dari sisi keuntungan, deposito umumnya lebih unggul karena bunganya lebih besar, meskipun ada potongan pajak. Sedangkan tabungan lebih unggul dari segi fleksibilitas.

Jadi, jika kamu ingin dana tetap bisa diakses kapan saja, tabungan adalah pilihan yang tepat. Namun, jika tujuanmu adalah mengembangkan dana dengan hasil yang lebih optimal, deposito bisa menjadi pilihan yang lebih menguntungkan

Kesimpulan: Hitung Pajak Deposito agar Cuan Maksimal

Pajak deposito berapa persen? Jawabannya adalah 20% dari suku bunga deposito yang diperoleh. Namun, deposito yang mendapatkan pajak hanya yang jumlahnya di atas Rp7.500.000. 

Pajak tersebut juga dipotong langsung oleh bank dan bersifat final, sehingga kamu tidak perlu membayar pajak tahunan untuk deposito. 

Dengan memahami pajak deposito, kamu bisa menghitung keuntungan bersih dan memilih produk keuangan yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

Pilihan Produk Deposito dengan Bunga Kompetitif

Jika kamu ingin memaksimalkan keuntungan dari simpanan, penting untuk memilih bank dengan bunga yang kompetitif dan stabil. Salah satu yang bisa kamu pertimbangkan adalah Amar Bank.

Berikut keunggulannya:

  • Bunga tabungan Amar Bank stabil, tidak pernah turun sejak 2020 (awal aplikasi diluncurkan)
  • Bunga produk Celengan Amar Bank bisa mencapai 5,75%, lebih tinggi dari rata-rata bunga tabungan bank digital sebesar 5,5%
  • Bunga deposito Amar Bank bisa mencapai maksimal 9% p.a, sehingga potensi keuntungan bisa lebih optimal meskipun sudah dipotong pajak

Dengan bunga yang tinggi dan stabil, kamu bisa tetap mendapatkan hasil yang menarik dari simpananmu. Mulai kelola keuanganmu dengan lebih cerdas dan dapatkan hasil maksimal dari setiap simpanan di Deposito Amar Bank.